entahentah keberapa kalinya aku menanti hujan
ya Tuhan
Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku
Aku menagih janji…eh bukan janji, tapi ucapan
Apa maksud semua ini?
Harus cepat
Aku harus cepet cepet nih,
Aku harus segera mendapatkan bolpen dan kertas
ada hal yang harus kutulis
sebab kalo tidak, akan terlupakan dan hilang
akhir
Rhu, aku ingin berkata sesuatu
Aku kecewa
Kecewa yang terakumulasi
Sungguh kecewa Rhu…
Tapi mungkin ini salah ku juga
Membiarkanmu tidak tau kecewaku sejak kecewa yang pertama
Sampai menumpuk dan terakumulasi begini
Maaf Rhu, aku tidak bisa terus menunggu
Bagaimana jika kita akhiri hubungan kita?
Aku tidak ingin terus-menerus terbelenggu tanda tanya dan penasaran yang tanpa batas
Rasa penasaran itu cuma kukususkan untuk soal matematika saja ato..
Semua ilmu-ilmu yang sulit dipelajari dan membuat penasaran mempelajarinya
Bukan untukmu Rhu…
Aku bosan dengan penasaran
Aku bosan Rhu
Mengertikah?....
Mengapa
Seusia ini, baru bisa merasa bahwa menjadi tua, jelek, dan renta lalu mati adalah hal menakutkan
Sehingga sering muncul pertanyaan “mengapa harus ada mati?” meski telah kutahu jawabannya
Tidak bisa
Sungguh, biarpun waktu telah mengijinkan aku untuk melupakannya
Namun tak mampu kulakukan
Harus pergi
Aku harus pergi meninggalkanmu dan melanjutkan hidupku
Ato aku akan terus bertanya-tanya bagaimana gerangan tanpa ada jawaban
Entah
Entahlah, mungkinkah kita bertanya pada rumput yang bergoyang?
Saat kita telah memilih
Saat kita telah memilih sesuatu, kita seharusnya siap menerima semua konsekuensinya, meskipun pahit ataupun manis. Kita tidak bisa merasakan yang manis-manis saja.
Ya allah, ada dimana gerangan….sampai kapan pencarian akan diteruskan
Mencari khalifah yang hilang
hai
Hai teman, sahabat or apa yang namanya? Kemana aja nieh? Ko lama ga kabar-kabar..
Ingin
Ingin banget ke
Kenapa
Kenapa manusia selalu mudah banget menyimpulkan segala sesuatu
